Pengertian Kapasitor Dan Jenis Jenisnya Beserta Penjelasannya

pengertian kapasitor dan jenis jenisnyaPengertian Kapasitor Dan Jenis Jenisnya Beserta Penjelasannya, Kapasitor adalah sebuah komponen yang mempunyai fungsi utama untuk menyimpan muatan listrik. Berbeda dengan baterai kapasitor hanya menyimpan muatan listrik sementara,ibarat dalam sitem komputer kapasitor itu RAM dan baterai itu ROM.kapasitor mempunyai berbagai ukuran,itu di ukur dari besar kapitansinya dan tegangan kerjanya.Satuan kapsitansinya dinyatakan dalam satuan farad(F) yang di ambil dari nama penemunya yaitu micheal faraday.Namun ukuran farad tidak digunakan pada rangkaian sederhana,karna farad merupakan satuan yang besar.Pada umumnya pada rangkaian sederhana yang paling banyak di gunakan itu pico dan nano,bisa hingga micro.Kapasitor terbuat dari 2 plat konduktor yang dipisahkan oleh isolator

Jenis-jenis kapasitor

Berdasarkan dengan besar kapisatansinya kapasitor di bagi menjadi 2 yaitu kapasitor dengan besar kapisitansi yang tetap(kapasitor tetap) dan kapasitor yang nilainya dapat berubah (variable capasitor).

A.Kapastor tetap
Kapasitor tetap adalah kapasitor yang mempunyai nilai kapisitansi tidak dapat di ubah.berdasarkan arah muatan kapasitor di bagi menjadi kelompok non-polar dan bipolar(polar=kutub, bi=dua),kapasitor non polar adalah kapasitor yang tidak mempunyai arah muatan khusus sedangkan bipolar sebaliknya.kapasitor yang termasuk non-polar adalah kapasitor kertas,kapasitor mika,kapasitor keramik,dan kapasitor polyster.Sedangkan kapasitor bi-polar adalah elco(elektrolitic condesator) dan kapasitor tantalum.

Kelompok non polar

1.Kapasitor Kertas

Kapasitor kertas merupakan jenis kapasitor yang isolatornya terbuat dari kertas.Kita dapat mengetahui besar kapisatansinya dengan mebaca ukurannya yang sudah tertera pada kapasitor ini,namu ada juga dari jenis kapasitor ini yang mengunakan kode warna.ukuran kapisitansi kapsitor berkisar 300pF dan paling tinggi 4µF.

2.Kapasitor Mika

Kapsitor mika merupakan kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan mika.kapasitor ini mempunyai kestabilan yang bagus.kapasitor ini sudah ada sejak generasi pertama namun kapasitor ini masih banyak di gunakan karna kestabilannya dankehandalannya.mika di nilai mempunyai ketahan tinggi terhadap tegangan tinggi.ukuran kapisitansi ini berkisar antara 50pF dan paling tinggi 0,02µF.

3.Kapasitor Keramik

Kaoasitor keramik merupakan kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan keramik.Menurut penulis kapasitor ini jenis Kapasitor non-polar yang paling sering di gunakan.Bagaimana tidak,kapasitor ini juga menjadi kapasitor yang di gunakan pada perangkat dengan rangkaian SMD.Pada umumnya ukuran kapisitansi dapat kita ketahui dengan membaca kode numeric yang ada pada badan kapasitor ini.Ukuran kapisitansi kapasitor ini relatif kecil.hanya berkisar beberapa pico farad hingga 0,1µF.

4.Kapasitor Polyster

Kapasitor polyster merupakan kapasitor yang mengunakan polyster sebagai bahan isolatornya.Sama seperti Kapasitor Keramik kapasitor ini juga di ketahui nilai kapisitansinya dengan membaca kode numeric yang tertera pada badan kapasitor. Kapasitor ini sering digunakan pada rangkaian power amp.

Kelompok Bi-polar

1. ELCO(elektrolitic condesator)

Kapasitor dari kelompok bi-polar yang bahan isolatornya terbuat dari elektrolit. Kapasitor ini berbentuk silinder atau tabung.kapasitor ini mempunyai kapisitansi yang relatif tinggi,mulai dari 0,47µF hingga ribuan farad dan tegangan kerjanya bisa hingga ribuan voltase.Ada beberapa kerusakan yang bisa terjadi pada kapasitor ini,seperti kering(kapisitansinya berubah),kongsleting,bahkan bisa meledak jika salah memberi muatan pada kapasitor ini.

2.Kapasitor Tantalum

Hampir sama dengan Elco namun kapasitor ini mampu memberikan nilai kapasitansi yang lebih tinggi.Kapasitor inibsering digunakan pada perangkat elektronik kecil namun membutuhkan kapasitansi besar

B.Variable Kapasitor

Kapisitansi dapat di ubah ubah menjadi kelebihan dari variable kapasitor.Untuk saat ini terdapat 2 jenis kapasitor yang termasuk Variable kapasitor,kapasitor itu ialah Variable Condesator dan Trimmer

1.Variable Condesator (VARCO)

Varco biasanya terbuat dari logam yang ukurannya lebih besar di banding kapasitor lainnya.Cara mengubah kapasitansi ini adalah dengan memutar tuas Kapasitor ini pada porosnya.Anda dapat menemukan kapasitor jenis ini pada rangkaian radio lama,di dalam rangkaian radio kapasitor ini digunakan untuk mengatur gelombang/tunning gelombang.ukuran kapsitor ini berkisar 100pF hingga 500pF.

2.kapasitor Trimmer

Kapasitor ini serupa dengan VARCO,namu memiliki besar kapisitansi dan ukuran yang lebih kecil di banding VARCO.Biasanya di perlukan obeng untuk mengatur ukuran kapsitansi kapasitor ini.kapasitor ini di gunakann untuk mengatur rangkaian dengan frekuensi tinggi.Ukuran kapasitor ini umumnya 30pF hingga 150pF

Cara Menghitung Resistor Berdasarkan Kode Warna Pada Gelang

cara menghitung resistorCara Menghitung Resistor Berdasarkan Kode Warna Pada Gelang, Pertama kali cara yang digunakan untuk mengetahui Nilai Resistor adalah dengan menggunakan gelang Resistor, sehingga untuk dapat melihat nilai hambatan yang terdapat pada sebuah resisitor kita membutuhkan tabel gelang Warna Resistor.

Hal tersebut tentunya sedikit merepotkan, karena kita harus membutuhkan ketelitian serta daya ingat yang lebih extra, dan cara seperti ini semakin repot jika orang yang akan melakukan perhitungan nilai  Resistor mempunyai kelainan masalah warna atau buta warna.

Namun untuk saat ini, bagi anda yang ingin belajar menghitung Nilai Resisitor tidak perlu khawatir lagi, karena seiring perkembangan teknologi, untuk cara menghitung nilai Resistor lebih mudah, yaitu dengan menggunakan Software Resistor Color Coder.

Cara Mudah Menghitung Nilai Resistor.
Cara paling cepat menghitung nilai Resistor adalah dengan menggunakan software Resistor Color Coder yang merupakan sebuah apilkasi yang berfungsi untuk mengetahui nilai gelang warna resistor dengan mudah, cepat dan akurat.

Cara Menggunakan Resistor Color Code.
Jalankan program Resistor Color Coder, selanjutnya pilih jumlah gelang warna yang sesuai dengan Resistor, yaitu 4 gelang atau 5 gelang, lalu tinggal pilih warna Gelang.

Pada contoh di bawah ini saya menghitung Resistor yang memiliki 4 gelang warna.

Keterangan.

  1. Gelang 1 = Warna Coklat, menunjukkan Nilai angka 1.
  2. Gelang 2 = Warna Hitam, menunjukkan Nilai Angka, mengingat warna hitam tidak memiliki nilai angka, sehingga dianggap = 0.
  3. Gelang 3 = Warna Merah, menunjukkan jumlah 0 = 00.
  4. Gelang 4 = Warna Perak, menunjukkan nilai toleransi = 10%

Jadi nilai hambatan Resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau 1K Ohm dengan toleransi 10%.

1K Ohm Toleransi 10 % mempunyai arti bahwa Resistor tersebut memiliki nilai hambatan kurang lebih antara 900 Ohm – 1100 Ohm.

Selain itu masih ada lagi cara yang bisa digunakan untuk menghitung nilai resistor, karena seperti yang kita ketahui, bahwa Resistor memiliki beberapa jenis dan bentuk fisik, sebagai contoh Resistor pada Motherboard yang tidak memakai gelang warna, tetapi untuk menentukan besarnya nilai hambatan menggunakan angka yang di tulis pada fisik Resistor.

Dan untuk cara menghitung nilai hambatan jenis resistor yang menggunakan angka pada fisiknya, untuk caranya sama dengan cara menghitung nilai Capasitor Keramik dan Capasitor Milar, yaitu angka urutan 1 dan 2 menunjukkan nilai angka, sedangkan angka ke 3 dan seterusnya menunjukkan jumlah banyaknya jumlah 0.

Umumnya Resistor jenis ini memiliki toleransi 0,1 % atau dengan kata lain memiliki nilai hambatan sangat akurat sesuai dengan nilai angka yang ada pada body Resistor.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai artikel tentang bagaimana cara mengetahui nilai resistor berdasarkan gelang warna.

Macam Macam Komponen Elektronika Dasar Beserta Fungsinya

komponen elektronika dasarMacam Macam Komponen Elektronika Dasar Beserta Fungsinya, Komponen Dasar Elektronika secara garis besar dibagi menjadi 2, yaitu Komponen Dasar Elektronika Pasif dan Komponen Daras Elektronika Aktif

Komponen Elektronika Pasif.

  • Resistor : Resisitor atau umumnya orang menyebut R, bila diartikan merupakan sebuah hambatan, dan Fungsi resistor adalah untuk menghambat sebuah arus listrik, dan dalam perkembanganya Resistor memiliki banyak jenis bentuk fisik serta nilai toleransi, untuk lebih lengkapnya mengenai jenis-jenis Resistor dan bentuk fisik Resistor silahkan Lihat Disini.
  • Kapasitor : Kapasitor disebut juga Condensator berfungsi untuk menyimpan muatan listrik, Condensator atau Capasitor juga memiliki banyak jenis, untuk melihat Jenis-jenis Kapasitor silahkan Klik Disini.
  • Induktor : Induktor disebut juga Reaktor berfungsi untuk menyimpan energi ke medan magnet akibat adanya arus listrik yang melaluinya, untuk melihat Jenis-jenis Reaktor silahkan Baca Disini.
  • Transformartor : Transformator atau sering disebut Trafo berfungsi sebagai komponen Elektromagnet yang bisa merubah status sebuah tegangan AC menjadi status sebuah tegangan yang lain, seperti Komponen Elektronika Pasif yang lain Trafo juga memiliki beberapa jenis, untuk melihat jenis-jenis Trafo silahkan Klik Disini.

Komponen Elektronika Aktif.

  • Dioda : Dioda berfungsi sebagai penyearah tegangan listrik, untuk mengenal lebih jauh tentang Dioda silahkan Baca Disini.
  • Dioda Schottky : Dioda Schottky adalah dioda khusus untuk tegangan kecil yang berkisar antara 0.15 volt-0.45 volt yang berfungsi selain sebagai penyearah arus juga dapat menghambat besarya tegangan, dan tentunya tegangan keluaran dari Dioda Schottky jauh lebih kecil dibandingkan tegangan masukannya.
  • Transistor : Transistor berfungsi sebagai pengontrol arus, yaitu saklar elektronik.
  • IC (Integrated Circuit) :IC merupakan sebuah unit komponen hasil gabungan dari Komponen Dasar Elektronika seperti Dioda, Resistor, Kapasitor, dan Transistor yang jumlahnya sangat banyak hingga ratusan juta dan dalam perkembangannya IC memiliki kemampuan yang memungkinkan sebuah data pemprograman ditanam didalamnya, salah satu tujuan dibuatnya IC adalah untuk meminimalkan ukuran sebuah unit pesawat elektronika, bayangkan saja kalau sebuah komputer hanya menggunakan komponen dasar elektronika (tanpa IC) bisa saja ukuran komputer sebesar Almari.

Mungkin itu saja yang bisa saya tulis mengenai Komponen Dasar Elektronika, Semoga bermanfaat.