Rangkaian Saklar Tepuk Tangan Yang Mudah Dibuat Sendiri

Rangkaian Saklar Tepuk Tangan Yang Mudah dibuat Sendiri, Cara kerjanya adalah jika mendengar, suara tepukan sekali maka relay akan on, jika ada suara tepukan sekali lagi maka relay akan off. Asyika kan!!
rangkaian ini menggunakan relay pada loadnya sehingga bisa digunakan pada daya yang cukup besar. banyak terdapat rangkaian sejenis diinternet. Tapi menurut saya rangkaian inilah yang termudah dan efektif. Selain sederhana rangkaian ini juga didapatkan komponennya dipasaran.

Daftar Komponen:

  • IC1 = 741 Op Amp
  • IC2 = 555 timer
  • IC3 = 4012 DUAL D FLIP FLOP
  • Q1 = 2N2222 NPN
  • C1, C2, C3, C4 = 0.t uF Disc
  • C5 = 47 uF Electrolytic
  • R1, R2, R3, R4, R5, R10 = 10k Ohm
  • R6 = 150k Ohm
  • R7, R9 = 100k Ohm
  • R8 = 1M Ohm
  • R11 = 220 Ohm
  • R3 = 100k Ohm potmeter
  • B1 = 9V battery
  • K1 = SPST reed relay (5V DC coil)
  • MIC = Electric microphone

Itulah artikel Rangkaian Saklar Tepuk Tangan Yang Mudah Dibuat Sendiri, Semoga bermanfaat, Terimakasih.

Editor : KHUSNUL

Rangkaian Saklar Sentuh Sederhana Beserta Penjelasannya

Rangkaian Saklar Sentuh Sederhana Beserta Penjelasannya, Rangkaian ini merupakan rangkaian yang cukup menarik dan keren. Alat ini bekerja dengan memanfaatkan listrik statis di jari kita untuk memberikan trigger pada transistor.

rangkaian saklar sentuh sederhana

rangkaian saklar sentuh sederhana
Cara kerjanya adalah saat anda menyentuh pelat sentuhnya, maka akan memberikan trigger pada transistor, kemudian, transistor 1 akan aktif dan memberikan trigger kepada transistor 2, kemudian melanjutkannya ke transistor 3, setelah itu, Transistor 3 akan mengaktifkan relay.
mengapa menggunakan 3 transistor? karena sinyal listrik statis akan diperkuat pada setiap transistornya, sehingga cukup untuk mengaktifkan relay.

Anda bisa menggunakan alat ini untuk berbagai keperluan, seperti untuk saklar dengan sekali sentuhan. anda juga bisa mengkombinasikannya dengan rangkaian Delay. jadi, dengan sekali sentuh, anda bisa menghidupkan lampu beberapa saat

Editor : BAITI

Rangkaian Sirine Sederhana Beserta Penjelasannya

Rangkaian Sirine Sederhana Beserta Penjelasannya, yang satu ini merupakan Rangkaian yang paling favorit bagi saya. karena bisa digabungkan dengan rangkaian lain. cara kerjanya adalah, Transistor 1 diberi trigger sehingga meneruskan trigger ke transistor 2, lalu, transistor kedua mengirimkan frekuensi ke transistor 1, begitu juga seterusnya.

Pada dasarnya, rangkaian ini menghasilkan gelombang listrik dengan frekuensi tertentu, sehingga jika dihubungkan dengan speaker, akan menghasilkan suara. Karena rangkaian ini bisa dijadikan sebagai osilator (Pembangkit gelombang) maka anda bisa menggunakannya sebagai clock untuk Inverter, caranya adalah dengan menghubungkan outputnya dengan output transformator (trafo). dengan demikian, akan muncul tegangan tinggi pada input trafo tersebut. Jika anda bingung tentang Inverter, silahkan cari tau di google tentang cara kerjanya.
Selamat mencoba.

Editor : DESI

Rangkaian Flip Flop Sederhana Beserta Penjelasannya

Rangkaian Flip Flop SederhanaRangkaian Flip Flop Sederhana Beserta Penjelasannya, Rangkaian ini merupakan rangkaian sederhana yang tersusun atas masing masing 2 komponen yang sama. Yaitu 2 buah Transistor, 2 buah Resistor, 2 buah Led, dan 2 buah Kapasitor. Rangkaian ini cocok bagi para pemula yang ingin tau lebih dalam tentang Transistor.
Cara membuatnya cukup mudah dan praktis, serta tidak terlalu memerlukan biaya yang banyak. Anda bisa membuatnya langsung di PCB atau boleh juga di uji coba di Breadboard terlebuh dahulu.

Rangkaian ini bekerja sesuai dengan prinsip kerja kapasitor, yaitu menyimpan dan melepaskan.
Pada rangkaian ini, lampu 1 dan 2 akan menyala secara bergantian dengan kecepatan tertentu. Pada saat C1 terisi penuh, maka ia akan melepaskan muatannya dan memberi trigger  pada Transistor 2. sehingga transistor 2 aktif dan lampu 1 menyala sekaligus mengisi muatan C2. Ketika C2 terisi penuh, maka ia akan melepaskan muatan dan memberi trigger kepada Transistor 1. Sehingga Transistor 1 aktif dan lampu 2 menyala, sekaligus mengisi ulang muatan c1. dan seterusnya (kembali ke siklus awal)
Kecepatan ini dapat diatur dengan cara mengganti nilai dari resistor (R1 dan R2),  dan Kapasitor (C1 dan C2) dengan perbandingan sebagai berikut :

Apabila nilai kapasitansi Kapasitornya diganti menjadi yang lebih besar, maka lama pengisian akan semakin lama pula, sehingga lama waktu perpindahan nyala dari lampu 1 ke lampu 2 semakin lama juga. dan begitu juga sebaliknya jika diubah menjadi lebih kecil.
Apabila nilai resistansi Resistornya diganti menjadi yang lebih tinggi, maka banyaknya arus yang diperlukan untuk mengisi muatan kapasitor semakin kecil, maka kapasitor memerlukan waktu yang lama untuk terisi penuh, dan hal ini akan menyebabkan hal yang sama seperti pasal diatas.

Kegunaan Rangkaian:
Sebagai lampu hias
Sebagai lampu pada miniatur mobil polisi (lampu Merah & Biru)
dapat dikombinasikan dengan rangkaian Sirine, dan akan menjadi sebuah sirine ambulance.
dll.

Editor : KAFFAH