Prinsip Kerja Push Button Dan Penjelasannya Secara Singkat

Prinsip Kerja Push Button Dan Penjelasannya, Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi sebagai pemutus atau penyambung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik. Suatu sistem saklar tekan push button terdiri dari saklar tekan start, stop reset dan saklar tekan untuk emergency.


Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally open).
Prinsip kerja Push Button adalah apabila dalam keadaan normal tidak ditekan maka kontak tidak berubah, apabila ditekan maka kontak NC akan berfungsi sebagai stop (memberhentikan) dan kontak NO akan berfungsi sebagai start (menjalankan) biasanya digunakan pada sistem pengontrolan motor – motor induksi untuk menjalankan mematikan motor pada industri – industri.

Push button dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:


a. Tipe Normally Open (NO)
Tombol ini disebut juga dengan tombol start karena kontak akan menutup bila ditekan dan kembali terbuka bila dilepaskan. Bila tombol ditekan maka kontak bergerak akan menyentuh kontak tetap sehingga arus listrik akan mengalir.


b. Tipe Normally Close (NC)
Tombol ini disebut juga dengan tombol stop karena kontak akan membuka bila ditekan dan kembali tertutup bila dilepaskan. Kontak bergerak akan lepas dari kontak tetap sehingga arus listrik akan terputus.


c. Tipe NC dan NO
Tipe ini kontak memiliki 4 buah terminal baut, sehingga bila tombol tidak ditekan maka sepasang kontak akan NC dan kontak lain akan NO, bila tombol ditekan maka kontak tertutup akan membuka dan kontak yang membuka akan tertutup

Editor : Ilmi

Pengertian Transistor Dan Jenis Jenisnya Beserta Fungsinya

pengertian transistor dan jenis jenisnyaPengertian Transistor Dan Jenis Jenisnya Beserta Fungsinya, Transistor merupakan salah satu komponen dari kelompok komponen aktif,fungsi utama transistor yaitu penguat dan saklar otomatis.Anda dapat menemukan transistor pada rangkaian perangkat-perangkat elektronika saat ini,sepeti tv,radio,control mesin cuci,power amp,dan turn control,karna transistor dapat membuat perangkat besar menjadi perangkat yang lebih ringkas dan kecil.

Transistor terbuat dari silikon.Yang merupakan bahan yang elektron tidak bisa melewatinya dengan mudah.Tapi masih memungkinkan melewatinya(biasa disebut semi konduktor).jika elektron di gabungkan dengan unsur kimia seperti arnesik,fosfor dan antimon maka sikikon akan mengalirkan elektron keluar dan silikon ini di sebut tipe-n(negatif)dan jika memadukan dengan goron,balium dan alumunium,maka silikon ini cenderung membuat elektron masuk ke dalamnya dan silikon ini biasa di sebut tipe-p(positif).
Prosesor merupakan perangkat elektronika yang terdiri dari banyak transistor.prosesor 4004 yang merupakan mikroprosesor chip tunggal pertama di buat dari 2300 transistor.Seiring perkembangan jaman prosesor terbaru saat ini bisa terdapat jutaan prosesor di dalamnya.bahkan prosesor 32-SPARC terdapat ±10miliyar transistor dalam satu prosesor.

Jenis-jenis transistor

Secara pengelompokan transistor dapat di bagi menjadi kelompok BIPOLAR dan FET(transistor efek medan).di antara keduanya yang sering di gunakan ialah transistor bipolar,perbedaannya adalah transistor bipolar bekerja berdasarkan arus sedangkan fet bekerja berdasarkan tegangan,dan transistor fet merupakan unipolar bukan bipolar.
A.Transitor bipolar(BJT)
Transistor bipolar atau bjt(bipolar juction transistor) adalah transistor.pada ransistor ini 3 kaki transistor di namakan basis(B),emitor(E),dan colector(C).pada transistor jenis ini terdapat 2 jenis Transistor yaitu NPN dan PNP.pada kedua jenisnya dapat di bedakan pada simbolnya melalui tanda panah yang terdapat pada simbolnya yang mengacu pada tanda panah di kaki emitornya
  • Apabila Transistor NPN emitor bermuatan negatif maka basis bermuatan positif.Arus akan mengalir dari basis ke emitor,namun arus yang yang di alirkan tak sebanyak yang di alirkan kolektor ke emitor.
  • Apabila Transistor PNP emitor bermuatan positif.kolektor dan basis akan bermuatan negatif,oleh karna itu arus akan mengalir dari emitor ke basis dan kolektor dengan ketentuan arus yang mengalir ke kolektor lebih besar dari pada ke basis.

B.Transistor FET(field effect transistor)

Transistor FET atau dalam bahasa indonesia disebut transistor efek medan sesuai namanya FET adalah transistor yang mengunakan efek medan untuk mengendalikan arus listrik suatu perangkat,efek medan yang yang saya maksud adalah medan listrik yang berupa voltase(tegangan) yang dihasilkan oleh gate(G) yang kemudian mengendalikan arus pada source(S) dan drain(D) sehingga arus output(keluaran) sebanding dengan tegangan input(masukan.
Transistor ini juga bisa disebut sebagai transistor unipolar dikarenakan transistor ini hanya bergantung pada satu pembawa muatan saja.pada transistor ini terdapat 3 jenis transistor yaitu JFET(junction field effect transistor) dan MOSFET(metal oxide semiconductor field effect transistor)

1.JFET(Junction Field Effect Transistor)

Transistor ini merupakan transistor FET yang pertama kali dikembangkan dan hingga saat ini masih digunakan dalam rangkaian elektronika.Transistor ini mempunyai 3 terminal masing-masing gate(G),drain(D),dan source(S).Pada transistor ini daya listrik akan mengalir dari source ke drain dengan tegangan bias balik melalui gate.Transistor ini sering di gunakan sebagai saklar yang dikontrol secara elektrik.pada transitor ini terdapat 2 jenis polaritas yaitu kanal-p dan kanal-n

2.MOSFET(Metal Oxide Semiconductor

Field Effect Transistor)
MOSFET beberapa mengenalnya dengan IGFET(Insulated Gate Field Effect transistor)
Yang merupakan hasil pengembangan JFET.Sama seperti JFET transistor ini memiliki 3 terminal yaitu Gate(G),drain(D),dan source(S),namun pada transitor ini gate tidak terkoneksi secara lansung dengan source dan drain karna di isolasi oleh lapisan silikon oksidasi yang sangat tipis,hal itu membuatnya bernama IGFET.Selain itu Transistor ini umumnya mengunakan bahan logam Oksidasi maka dari itu transistor ini bernama MOSFET(metal=logam,oxidasi=oksidasi).Sama seperti JFET transitor ini juga terdiri dari 2 jenis polaritas yaitu kanal-p dan kanal-n.

Pengertian Kapasitor Dan Jenis Jenisnya Beserta Penjelasannya

pengertian kapasitor dan jenis jenisnyaPengertian Kapasitor Dan Jenis Jenisnya Beserta Penjelasannya, Kapasitor adalah sebuah komponen yang mempunyai fungsi utama untuk menyimpan muatan listrik. Berbeda dengan baterai kapasitor hanya menyimpan muatan listrik sementara,ibarat dalam sitem komputer kapasitor itu RAM dan baterai itu ROM.kapasitor mempunyai berbagai ukuran,itu di ukur dari besar kapitansinya dan tegangan kerjanya.Satuan kapsitansinya dinyatakan dalam satuan farad(F) yang di ambil dari nama penemunya yaitu micheal faraday.Namun ukuran farad tidak digunakan pada rangkaian sederhana,karna farad merupakan satuan yang besar.Pada umumnya pada rangkaian sederhana yang paling banyak di gunakan itu pico dan nano,bisa hingga micro.Kapasitor terbuat dari 2 plat konduktor yang dipisahkan oleh isolator

Jenis-jenis kapasitor

Berdasarkan dengan besar kapisatansinya kapasitor di bagi menjadi 2 yaitu kapasitor dengan besar kapisitansi yang tetap(kapasitor tetap) dan kapasitor yang nilainya dapat berubah (variable capasitor).

A.Kapastor tetap
Kapasitor tetap adalah kapasitor yang mempunyai nilai kapisitansi tidak dapat di ubah.berdasarkan arah muatan kapasitor di bagi menjadi kelompok non-polar dan bipolar(polar=kutub, bi=dua),kapasitor non polar adalah kapasitor yang tidak mempunyai arah muatan khusus sedangkan bipolar sebaliknya.kapasitor yang termasuk non-polar adalah kapasitor kertas,kapasitor mika,kapasitor keramik,dan kapasitor polyster.Sedangkan kapasitor bi-polar adalah elco(elektrolitic condesator) dan kapasitor tantalum.

Kelompok non polar

1.Kapasitor Kertas

Kapasitor kertas merupakan jenis kapasitor yang isolatornya terbuat dari kertas.Kita dapat mengetahui besar kapisatansinya dengan mebaca ukurannya yang sudah tertera pada kapasitor ini,namu ada juga dari jenis kapasitor ini yang mengunakan kode warna.ukuran kapisitansi kapsitor berkisar 300pF dan paling tinggi 4µF.

2.Kapasitor Mika

Kapsitor mika merupakan kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan mika.kapasitor ini mempunyai kestabilan yang bagus.kapasitor ini sudah ada sejak generasi pertama namun kapasitor ini masih banyak di gunakan karna kestabilannya dankehandalannya.mika di nilai mempunyai ketahan tinggi terhadap tegangan tinggi.ukuran kapisitansi ini berkisar antara 50pF dan paling tinggi 0,02µF.

3.Kapasitor Keramik

Kaoasitor keramik merupakan kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan keramik.Menurut penulis kapasitor ini jenis Kapasitor non-polar yang paling sering di gunakan.Bagaimana tidak,kapasitor ini juga menjadi kapasitor yang di gunakan pada perangkat dengan rangkaian SMD.Pada umumnya ukuran kapisitansi dapat kita ketahui dengan membaca kode numeric yang ada pada badan kapasitor ini.Ukuran kapisitansi kapasitor ini relatif kecil.hanya berkisar beberapa pico farad hingga 0,1µF.

4.Kapasitor Polyster

Kapasitor polyster merupakan kapasitor yang mengunakan polyster sebagai bahan isolatornya.Sama seperti Kapasitor Keramik kapasitor ini juga di ketahui nilai kapisitansinya dengan membaca kode numeric yang tertera pada badan kapasitor. Kapasitor ini sering digunakan pada rangkaian power amp.

Kelompok Bi-polar

1. ELCO(elektrolitic condesator)

Kapasitor dari kelompok bi-polar yang bahan isolatornya terbuat dari elektrolit. Kapasitor ini berbentuk silinder atau tabung.kapasitor ini mempunyai kapisitansi yang relatif tinggi,mulai dari 0,47µF hingga ribuan farad dan tegangan kerjanya bisa hingga ribuan voltase.Ada beberapa kerusakan yang bisa terjadi pada kapasitor ini,seperti kering(kapisitansinya berubah),kongsleting,bahkan bisa meledak jika salah memberi muatan pada kapasitor ini.

2.Kapasitor Tantalum

Hampir sama dengan Elco namun kapasitor ini mampu memberikan nilai kapasitansi yang lebih tinggi.Kapasitor inibsering digunakan pada perangkat elektronik kecil namun membutuhkan kapasitansi besar

B.Variable Kapasitor

Kapisitansi dapat di ubah ubah menjadi kelebihan dari variable kapasitor.Untuk saat ini terdapat 2 jenis kapasitor yang termasuk Variable kapasitor,kapasitor itu ialah Variable Condesator dan Trimmer

1.Variable Condesator (VARCO)

Varco biasanya terbuat dari logam yang ukurannya lebih besar di banding kapasitor lainnya.Cara mengubah kapasitansi ini adalah dengan memutar tuas Kapasitor ini pada porosnya.Anda dapat menemukan kapasitor jenis ini pada rangkaian radio lama,di dalam rangkaian radio kapasitor ini digunakan untuk mengatur gelombang/tunning gelombang.ukuran kapsitor ini berkisar 100pF hingga 500pF.

2.kapasitor Trimmer

Kapasitor ini serupa dengan VARCO,namu memiliki besar kapisitansi dan ukuran yang lebih kecil di banding VARCO.Biasanya di perlukan obeng untuk mengatur ukuran kapsitansi kapasitor ini.kapasitor ini di gunakann untuk mengatur rangkaian dengan frekuensi tinggi.Ukuran kapasitor ini umumnya 30pF hingga 150pF

Cara Menghitung Resistor Berdasarkan Kode Warna Pada Gelang

cara menghitung resistorCara Menghitung Resistor Berdasarkan Kode Warna Pada Gelang, Pertama kali cara yang digunakan untuk mengetahui Nilai Resistor adalah dengan menggunakan gelang Resistor, sehingga untuk dapat melihat nilai hambatan yang terdapat pada sebuah resisitor kita membutuhkan tabel gelang Warna Resistor.

Hal tersebut tentunya sedikit merepotkan, karena kita harus membutuhkan ketelitian serta daya ingat yang lebih extra, dan cara seperti ini semakin repot jika orang yang akan melakukan perhitungan nilai  Resistor mempunyai kelainan masalah warna atau buta warna.

Namun untuk saat ini, bagi anda yang ingin belajar menghitung Nilai Resisitor tidak perlu khawatir lagi, karena seiring perkembangan teknologi, untuk cara menghitung nilai Resistor lebih mudah, yaitu dengan menggunakan Software Resistor Color Coder.

Cara Mudah Menghitung Nilai Resistor.
Cara paling cepat menghitung nilai Resistor adalah dengan menggunakan software Resistor Color Coder yang merupakan sebuah apilkasi yang berfungsi untuk mengetahui nilai gelang warna resistor dengan mudah, cepat dan akurat.

Cara Menggunakan Resistor Color Code.
Jalankan program Resistor Color Coder, selanjutnya pilih jumlah gelang warna yang sesuai dengan Resistor, yaitu 4 gelang atau 5 gelang, lalu tinggal pilih warna Gelang.

Pada contoh di bawah ini saya menghitung Resistor yang memiliki 4 gelang warna.

Keterangan.

  1. Gelang 1 = Warna Coklat, menunjukkan Nilai angka 1.
  2. Gelang 2 = Warna Hitam, menunjukkan Nilai Angka, mengingat warna hitam tidak memiliki nilai angka, sehingga dianggap = 0.
  3. Gelang 3 = Warna Merah, menunjukkan jumlah 0 = 00.
  4. Gelang 4 = Warna Perak, menunjukkan nilai toleransi = 10%

Jadi nilai hambatan Resistor tersebut adalah 1000 Ohm atau 1K Ohm dengan toleransi 10%.

1K Ohm Toleransi 10 % mempunyai arti bahwa Resistor tersebut memiliki nilai hambatan kurang lebih antara 900 Ohm – 1100 Ohm.

Selain itu masih ada lagi cara yang bisa digunakan untuk menghitung nilai resistor, karena seperti yang kita ketahui, bahwa Resistor memiliki beberapa jenis dan bentuk fisik, sebagai contoh Resistor pada Motherboard yang tidak memakai gelang warna, tetapi untuk menentukan besarnya nilai hambatan menggunakan angka yang di tulis pada fisik Resistor.

Dan untuk cara menghitung nilai hambatan jenis resistor yang menggunakan angka pada fisiknya, untuk caranya sama dengan cara menghitung nilai Capasitor Keramik dan Capasitor Milar, yaitu angka urutan 1 dan 2 menunjukkan nilai angka, sedangkan angka ke 3 dan seterusnya menunjukkan jumlah banyaknya jumlah 0.

Umumnya Resistor jenis ini memiliki toleransi 0,1 % atau dengan kata lain memiliki nilai hambatan sangat akurat sesuai dengan nilai angka yang ada pada body Resistor.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan mengenai artikel tentang bagaimana cara mengetahui nilai resistor berdasarkan gelang warna.

Macam Macam Komponen Elektronika Dasar Beserta Fungsinya

komponen elektronika dasarMacam Macam Komponen Elektronika Dasar Beserta Fungsinya, Komponen Dasar Elektronika secara garis besar dibagi menjadi 2, yaitu Komponen Dasar Elektronika Pasif dan Komponen Daras Elektronika Aktif

Komponen Elektronika Pasif.

  • Resistor : Resisitor atau umumnya orang menyebut R, bila diartikan merupakan sebuah hambatan, dan Fungsi resistor adalah untuk menghambat sebuah arus listrik, dan dalam perkembanganya Resistor memiliki banyak jenis bentuk fisik serta nilai toleransi, untuk lebih lengkapnya mengenai jenis-jenis Resistor dan bentuk fisik Resistor silahkan Lihat Disini.
  • Kapasitor : Kapasitor disebut juga Condensator berfungsi untuk menyimpan muatan listrik, Condensator atau Capasitor juga memiliki banyak jenis, untuk melihat Jenis-jenis Kapasitor silahkan Klik Disini.
  • Induktor : Induktor disebut juga Reaktor berfungsi untuk menyimpan energi ke medan magnet akibat adanya arus listrik yang melaluinya, untuk melihat Jenis-jenis Reaktor silahkan Baca Disini.
  • Transformartor : Transformator atau sering disebut Trafo berfungsi sebagai komponen Elektromagnet yang bisa merubah status sebuah tegangan AC menjadi status sebuah tegangan yang lain, seperti Komponen Elektronika Pasif yang lain Trafo juga memiliki beberapa jenis, untuk melihat jenis-jenis Trafo silahkan Klik Disini.

Komponen Elektronika Aktif.

  • Dioda : Dioda berfungsi sebagai penyearah tegangan listrik, untuk mengenal lebih jauh tentang Dioda silahkan Baca Disini.
  • Dioda Schottky : Dioda Schottky adalah dioda khusus untuk tegangan kecil yang berkisar antara 0.15 volt-0.45 volt yang berfungsi selain sebagai penyearah arus juga dapat menghambat besarya tegangan, dan tentunya tegangan keluaran dari Dioda Schottky jauh lebih kecil dibandingkan tegangan masukannya.
  • Transistor : Transistor berfungsi sebagai pengontrol arus, yaitu saklar elektronik.
  • IC (Integrated Circuit) :IC merupakan sebuah unit komponen hasil gabungan dari Komponen Dasar Elektronika seperti Dioda, Resistor, Kapasitor, dan Transistor yang jumlahnya sangat banyak hingga ratusan juta dan dalam perkembangannya IC memiliki kemampuan yang memungkinkan sebuah data pemprograman ditanam didalamnya, salah satu tujuan dibuatnya IC adalah untuk meminimalkan ukuran sebuah unit pesawat elektronika, bayangkan saja kalau sebuah komputer hanya menggunakan komponen dasar elektronika (tanpa IC) bisa saja ukuran komputer sebesar Almari.

Mungkin itu saja yang bisa saya tulis mengenai Komponen Dasar Elektronika, Semoga bermanfaat.